Kabul, (Analisa)
Calon presiden (capres) dalam pemilihan umum (Pemilu) Afghanistan Abdullah Abdullah, Senin (26/10), menyerukan pemecatan kepala Komisi Pemilu Independen (IEC) di negeri itu sebelum pemungutan suara lanjutan bulan depan.
Abdullah menyerukan "pemecatan segera" Azizullah Ludin dan penggantiannya dengan anggota lain IEC, yang dikecam pengeritik sebagai bias dan cenderung menguntungkan Presiden Hamid Karzai.
"Ia tak memiliki kredibilitas bagi lembaga tersebut," kata Abdullah kepada wartawan sebelum pemungutan suara pada 7 November. "Apa penyelesaiannya? Seorang komisaris lain dari komisi yang sama mesti mengambil-alih posisinya," kata mantan menteri luar negeri itu. IEC mestinya menjadi badan independen tapi semua anggotanya diangkat oleh Karzai dan Ludin adalah seorang mantan penasehat presiden.
Abdullah telah berulang-kali menyerukan pembubaran IEC setelah satu komisi terpisah dukungan PBB menolak sebanyak seperempat suara dari babak pertama pemungutan suara 20 Agustus akibat kecurangan.
Abdullah mengatakan seruannya bagi pengangkatan seorang ketua baru IEC dan bukan seluruh komisi baru adalah penyelesaian "praktis, teknis", mengingat pemungutan suara sela kurang dari dua pekan lagi.
Dia juga menyerukan peskoran menteri kabinet yang ia tuduh melanggar peraturan tak memihak dengan memberi suara buat Karzai bahkan sebelum dimulainya kampanye pada babak pertama. Abdullah menyebutkan nama menteri dalam negeri, pendidikan dan urusan suku.
"Para menteri yang terlibat dalam kampanye pada babak pertama bahkan sebelum musim kampanye ... mesti dibekukan dari tugas mereka," katanya.
Apa yang disebut tempat pemungutan suara hantu --tempat keamanan sangat rentan sehingga tempat itu tak dibuka, tapi malah mengembalikan sangat banyak kertas suara-- tak boleh dibuka pada babak berikut ini, katanya. (Ant/AFP)
Read More..
Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat
Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)
KATEGORI BERITA
Tampilkan postingan dengan label LUAR NEGERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LUAR NEGERI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Oktober 2009
Label: LUAR NEGERI
Militan Tewaskan 6 Personil Keamanan Pakistan
Islamabad, (Analisa).
Personil militer Pakistan siaga di atas kendaraan militer setelah menghadiri pemakaman rekan mereka di Karachi, Pakistan, Senin (26/10).
Sejumlah serangan militan menewaskan enam personil keamanan Pakistan, Senin (26/10), sehari setelah pemimpin Taliban memperingatkan akan banyak lagi serangan teroris dilancarkan jika militer tidak menghentikan ofensifnya terhadap pemberontak di perbatasan Afghanistan.
Banyak sekolah di negara itu dibuka lagi setelah ditutup selama sepekan menyusul peringatan serangan-serangan pemberontak dan dua pemboman bunuh diri di sebuah universitas di ibukota.
Militer Pakistan yang memasuki wilayah suku Waziristan Selatan sembilan hari lalu bertekad akan menumpas Taliban Pakistan, sebuah jaringan militan yang dikatakannya berada di belakang 80 persen pemboman bunuh diri di Pakistan. Washington mendukung operasi itu karena para militan di wilayah baratlaut diyakini melindungi para pemimpin Al Qaeda dan menyerang pasukan Barat di Afghanistan.
Para militan menyerang para pejabat keamanan di desa Toraware Minggu malam (25/10) menewaskan dua orang dan mencederai empat lainnya dalam baku tembak tiga jam di kawasan sekitar 95 kilometer utara Waziristan Selatan, kata perwira polisi Mir Chaman Khan. Sekitar 10 pemberontak diyakini tewas.
Di Bajur, sebuah wilayah suku lebih jauh ke utara, para pejuang Taliban menyerang sebuah pos pemeriksaan di desa Matthak, menewaskan empat pejabat keamanan. Tujuh militan tewas dalam bentrokan itu, kata Syed Ghulam Rasool, seorang pejabat pemerintah setempat. Para militan juga menyerang pos-pos pemeriksaan keamanan di Khar, kota utama di Bajur, dan Siddiqbad, sebuah desa terdekat, mencederai sedikitnya tiga personil keamanan.
Serangan-serangan militan di Pakistan meningkat bulan ini, menewaskan lebih 200 orang, ketika Taliban berusaha mengalihkan ofensif militer di Waziristan Selatan. Militer mengumumkan Sabtu (24/10) pihaknya telah merebut kota asal pemimpin Taliban Pakistan Hakimullah Mehsud -- prestasi penting pertamanya dalam ofensif itu. Militer mengatakan Kotkai, kota asal Mehsud, menjadi tuan ruah kamp pelatihan bagi para pembom bunuh diri. (AP/hr)
Read More..
Personil militer Pakistan siaga di atas kendaraan militer setelah menghadiri pemakaman rekan mereka di Karachi, Pakistan, Senin (26/10).
Sejumlah serangan militan menewaskan enam personil keamanan Pakistan, Senin (26/10), sehari setelah pemimpin Taliban memperingatkan akan banyak lagi serangan teroris dilancarkan jika militer tidak menghentikan ofensifnya terhadap pemberontak di perbatasan Afghanistan.
Banyak sekolah di negara itu dibuka lagi setelah ditutup selama sepekan menyusul peringatan serangan-serangan pemberontak dan dua pemboman bunuh diri di sebuah universitas di ibukota.
Militer Pakistan yang memasuki wilayah suku Waziristan Selatan sembilan hari lalu bertekad akan menumpas Taliban Pakistan, sebuah jaringan militan yang dikatakannya berada di belakang 80 persen pemboman bunuh diri di Pakistan. Washington mendukung operasi itu karena para militan di wilayah baratlaut diyakini melindungi para pemimpin Al Qaeda dan menyerang pasukan Barat di Afghanistan.
Para militan menyerang para pejabat keamanan di desa Toraware Minggu malam (25/10) menewaskan dua orang dan mencederai empat lainnya dalam baku tembak tiga jam di kawasan sekitar 95 kilometer utara Waziristan Selatan, kata perwira polisi Mir Chaman Khan. Sekitar 10 pemberontak diyakini tewas.
Di Bajur, sebuah wilayah suku lebih jauh ke utara, para pejuang Taliban menyerang sebuah pos pemeriksaan di desa Matthak, menewaskan empat pejabat keamanan. Tujuh militan tewas dalam bentrokan itu, kata Syed Ghulam Rasool, seorang pejabat pemerintah setempat. Para militan juga menyerang pos-pos pemeriksaan keamanan di Khar, kota utama di Bajur, dan Siddiqbad, sebuah desa terdekat, mencederai sedikitnya tiga personil keamanan.
Serangan-serangan militan di Pakistan meningkat bulan ini, menewaskan lebih 200 orang, ketika Taliban berusaha mengalihkan ofensif militer di Waziristan Selatan. Militer mengumumkan Sabtu (24/10) pihaknya telah merebut kota asal pemimpin Taliban Pakistan Hakimullah Mehsud -- prestasi penting pertamanya dalam ofensif itu. Militer mengatakan Kotkai, kota asal Mehsud, menjadi tuan ruah kamp pelatihan bagi para pembom bunuh diri. (AP/hr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Karadzic Boikot Sidang
Den Haag, (Analisa)
Para hakim PBB mendadak menunda sidang kejaha-tan perang Radovan Karadzic Senin (26/10) setelah mantan pemimpin Serbia Bosnia itu memboikot hari pembukaan sidangnya sebagai protes kurangnya waktu untuk mempersiapkan pembelaannya.
Hakim O-Gon Kwon mengatakan karena ketidak\hadiran Karadzic, yang membela dirinya sendiri, atau pengacara yang mewakilinya, ia menunda sidang kasus itu hingga Selasa siang (27/10), bila sidang akan memulai pernyataan pembukaannya.
Belum diketahui dengan jelas apa yang akan terjadi jika Karadzic memboikot lagi hari Selasa. Jaksa Hildegard Uertz-Retzlaff mendesak para hakim untuk menunjuk pembela mewakili Karadzic, apakah ia menyukainya atau tidak, dengan menegaskan seharusnya ia tidak dengan sengaja menunda sidang.
Karadzic, yang merupakan salah satu tokoh sentral perang Balkan yang dicetuskan pecahnya Yugoslavia, menghadapi dua tuduhan genosida (pemusnahan etnis) dan sembilan tuduhan kejahatan perang lainnya dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kasus paling penting sejak sidang yang belum selesai mantan penasehatnya, Slobodan Milosevic. Mantan presiden Yugoslavia itu meninggal semasa sidangnya 2006.
Penundaan menimbulkan tangisan kesedihan mendalam dan kemarahan dari ruang sidang umum kecil yang penuh dengan korban yang selamat dari perang dan media.
Salah satu korabn, Admira Fazlic, yang dipenjarakan di kamp-kamp yang dikelola Serbia Bosnia semasa konflik, menggelengkan kepalanya ketika dia meninggalkan ruang sidang. “Kami terkejut,” katanya. “Radovan Karadzic membuat dunia dan keadilan tertawa. Dia berkelakar dengan setiap orang.”
Para pengamat mengatakan ketidakhadiran Karadzic yang berusia 64 tahun itu dari Ruang Sidang Satu di mahkamah kejahatan perang Yugoslavia jangan dibayang-bayangi kepentingan kasus itu. Sidang pengadilan Karadzic dianggap sebagai suatu kesempatan mahkamah itu melakukan amandemen-amandemen bagi sidang pengadilan yang malang Milosevic, yang berlarut-larut selama empat tahun sebelum serangan jantungnya yang fatal. (AP/hr)
Read More..
Para hakim PBB mendadak menunda sidang kejaha-tan perang Radovan Karadzic Senin (26/10) setelah mantan pemimpin Serbia Bosnia itu memboikot hari pembukaan sidangnya sebagai protes kurangnya waktu untuk mempersiapkan pembelaannya.
Hakim O-Gon Kwon mengatakan karena ketidak\hadiran Karadzic, yang membela dirinya sendiri, atau pengacara yang mewakilinya, ia menunda sidang kasus itu hingga Selasa siang (27/10), bila sidang akan memulai pernyataan pembukaannya.
Belum diketahui dengan jelas apa yang akan terjadi jika Karadzic memboikot lagi hari Selasa. Jaksa Hildegard Uertz-Retzlaff mendesak para hakim untuk menunjuk pembela mewakili Karadzic, apakah ia menyukainya atau tidak, dengan menegaskan seharusnya ia tidak dengan sengaja menunda sidang.
Karadzic, yang merupakan salah satu tokoh sentral perang Balkan yang dicetuskan pecahnya Yugoslavia, menghadapi dua tuduhan genosida (pemusnahan etnis) dan sembilan tuduhan kejahatan perang lainnya dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kasus paling penting sejak sidang yang belum selesai mantan penasehatnya, Slobodan Milosevic. Mantan presiden Yugoslavia itu meninggal semasa sidangnya 2006.
Penundaan menimbulkan tangisan kesedihan mendalam dan kemarahan dari ruang sidang umum kecil yang penuh dengan korban yang selamat dari perang dan media.
Salah satu korabn, Admira Fazlic, yang dipenjarakan di kamp-kamp yang dikelola Serbia Bosnia semasa konflik, menggelengkan kepalanya ketika dia meninggalkan ruang sidang. “Kami terkejut,” katanya. “Radovan Karadzic membuat dunia dan keadilan tertawa. Dia berkelakar dengan setiap orang.”
Para pengamat mengatakan ketidakhadiran Karadzic yang berusia 64 tahun itu dari Ruang Sidang Satu di mahkamah kejahatan perang Yugoslavia jangan dibayang-bayangi kepentingan kasus itu. Sidang pengadilan Karadzic dianggap sebagai suatu kesempatan mahkamah itu melakukan amandemen-amandemen bagi sidang pengadilan yang malang Milosevic, yang berlarut-larut selama empat tahun sebelum serangan jantungnya yang fatal. (AP/hr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Presiden Tunisia Terpilih Kembali
Tunis, (Analisa)
Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali meraih kemenangan untuk periode kelima sebagai presiden dengan selisih suara besar, menurut penghitungan suara yang hampir selesai pada pemilihan presiden negara Afrika Utara itu, Senin (26/10).
Berdasarkan penghitungan 20 dari 26 wilayah Tunisia menunjukkan bahwa di dua wilayah Ben Ali menang 99 persen dari jumlah suara, sedangkan dukungan padanya tidak ada yang di bawah 84 persen, menurut data yang dikelurkan Kementerian Penerangan Minggu (25/10). Ben Ali telah berkuasa selama 22 tahun dan kemenangannya ini akan memberi kesempatan padanya untuk memerintah ke lima kalinya.
Presiden berusia 73 tahun ini telah menjadikan Tunisia sebagai negara moderen di dunia Arab, dan pemerintah Barat memandang Tunisia sebagai kubu pertahanannya dalam melawan ekstremisme di kalangan pemeluk Islam, meskipun beberapa pihak mempertanyakan rekor demokrasinya. Tokoh oposisi terpenting Tunisia tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan ini.
Dua penantang Ben Ali jarang mengecam kebijakan presiden dan pesaing ketiga mengakui selama kampanye bahwa dia tidak akan menang. Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional menuduh bahwa kampanye dilakukan dalam suasana tekanan.
Ben Ali menyatakan beberapa jam sebelum tempat-tempat pemungutan dibuka, bahwa pemungutan suara akan dilakukan demokratis dan menganggap para pesaingnya tak penting.
Banyak pemilih dalam pemilihan Minggu mengatakan, bahwa presiden akan memperpanjang jabatannya karena dia telah membuat Tunisia sebagai salah satu negara paling stabil dan makmur di kawasan itu. "Ia menyelamatkan negara kami," kata Nejia Azouzi, 50 tahun, yang mengaku memberikan suaranya pada Ben Ali di ibukota Tunis, Minggu. (Ant/Rtr)
Read More..
Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali meraih kemenangan untuk periode kelima sebagai presiden dengan selisih suara besar, menurut penghitungan suara yang hampir selesai pada pemilihan presiden negara Afrika Utara itu, Senin (26/10).
Berdasarkan penghitungan 20 dari 26 wilayah Tunisia menunjukkan bahwa di dua wilayah Ben Ali menang 99 persen dari jumlah suara, sedangkan dukungan padanya tidak ada yang di bawah 84 persen, menurut data yang dikelurkan Kementerian Penerangan Minggu (25/10). Ben Ali telah berkuasa selama 22 tahun dan kemenangannya ini akan memberi kesempatan padanya untuk memerintah ke lima kalinya.
Presiden berusia 73 tahun ini telah menjadikan Tunisia sebagai negara moderen di dunia Arab, dan pemerintah Barat memandang Tunisia sebagai kubu pertahanannya dalam melawan ekstremisme di kalangan pemeluk Islam, meskipun beberapa pihak mempertanyakan rekor demokrasinya. Tokoh oposisi terpenting Tunisia tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan ini.
Dua penantang Ben Ali jarang mengecam kebijakan presiden dan pesaing ketiga mengakui selama kampanye bahwa dia tidak akan menang. Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional menuduh bahwa kampanye dilakukan dalam suasana tekanan.
Ben Ali menyatakan beberapa jam sebelum tempat-tempat pemungutan dibuka, bahwa pemungutan suara akan dilakukan demokratis dan menganggap para pesaingnya tak penting.
Banyak pemilih dalam pemilihan Minggu mengatakan, bahwa presiden akan memperpanjang jabatannya karena dia telah membuat Tunisia sebagai salah satu negara paling stabil dan makmur di kawasan itu. "Ia menyelamatkan negara kami," kata Nejia Azouzi, 50 tahun, yang mengaku memberikan suaranya pada Ben Ali di ibukota Tunis, Minggu. (Ant/Rtr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Kecelakaan Heli di Afghanistan; 14 Tentara Amerika Tewas
Kabul, (Analisa)
Kecelakaan helikopter yang melibatkan dua helikopter menewaskan 14 tentara Amerika Serikat (AS), Senin (26/10),
Dalam kecelakaan pertama, sebuah helikopter jatuh di bagian barat negara itu setelah meninggalkan tempat baku tembak dengan pemberontak, menewaskan 10 warga AS -- tujuh tentara dan tiga warga sipil yang bekerja untuk pemerintah. Sebelas tentara Amerika, satu warga sipil AS dan 14 Afghanistan juga cedera.
Dalam insiden terpisah di selatan, dua helikopter AS bertabrakan ketika sedang dalam penerbangan, menewaskan empat tentara Amerika dan mencederai dua lainnya.
Pihak berwenang AS mengenyampingkan tembakan musuh dalam tabrakan tersebut tapi tidak memberikan penyebab kecelakaan maut lainnya di bagian barat. Jurubicara Taliban Qari Yusuf Ahmedi menyatakan para pejuag Taliban menembak jatuh sebuah helikopter di distrik Darabam, provinsi Badghis, Afghanistan Baratlaut. Tidak mungkin untuk membuktikan pernyataan itu dan tidak jelas apakah dia mengacu kepada insiden sama.
Pasukan AS juga melaporkan kematian dua tentara Amerika lainnya sehari sebelumnya: satu dalam serangan bom di bagian timur, dan lainnya yang tewas akibat cedera yang dideritanya dalam serangan pemberontak di wilayah sama. Kematian itu meningkatkan menjadi setidaknya 46 jumlah tentara AS yang tewas pada Oktober.
Kematian itu terjadi ketika para pejabat AS memperde-batkan apakah mengirim puluhan ribu tentara tambahan ke negara tersebut dan pemerintah Afghanistan berusaha keras menyelenggarakan pemilihan lanjutan 7 November antara Presiden Hamid Karzai dan penantangnya Abdullah Abdullah dari pemilihan Agustus yang dinodai oleh kecurangan pemilinan besar-besaran.
Pemerintah Presiden Barack Obama berharap pemilihan lanjutan akan menghasilkan pemerintah sah. Pemilihan yang cacata lainnya akan menimbulkan keraguan mengenai kebijakan pengiriman pasukan tambahan untuk mendukung pemerintah yang lemah yang dinodai kecurangan.(AP/hr)
Read More..
Kecelakaan helikopter yang melibatkan dua helikopter menewaskan 14 tentara Amerika Serikat (AS), Senin (26/10),
Dalam kecelakaan pertama, sebuah helikopter jatuh di bagian barat negara itu setelah meninggalkan tempat baku tembak dengan pemberontak, menewaskan 10 warga AS -- tujuh tentara dan tiga warga sipil yang bekerja untuk pemerintah. Sebelas tentara Amerika, satu warga sipil AS dan 14 Afghanistan juga cedera.
Dalam insiden terpisah di selatan, dua helikopter AS bertabrakan ketika sedang dalam penerbangan, menewaskan empat tentara Amerika dan mencederai dua lainnya.
Pihak berwenang AS mengenyampingkan tembakan musuh dalam tabrakan tersebut tapi tidak memberikan penyebab kecelakaan maut lainnya di bagian barat. Jurubicara Taliban Qari Yusuf Ahmedi menyatakan para pejuag Taliban menembak jatuh sebuah helikopter di distrik Darabam, provinsi Badghis, Afghanistan Baratlaut. Tidak mungkin untuk membuktikan pernyataan itu dan tidak jelas apakah dia mengacu kepada insiden sama.
Pasukan AS juga melaporkan kematian dua tentara Amerika lainnya sehari sebelumnya: satu dalam serangan bom di bagian timur, dan lainnya yang tewas akibat cedera yang dideritanya dalam serangan pemberontak di wilayah sama. Kematian itu meningkatkan menjadi setidaknya 46 jumlah tentara AS yang tewas pada Oktober.
Kematian itu terjadi ketika para pejabat AS memperde-batkan apakah mengirim puluhan ribu tentara tambahan ke negara tersebut dan pemerintah Afghanistan berusaha keras menyelenggarakan pemilihan lanjutan 7 November antara Presiden Hamid Karzai dan penantangnya Abdullah Abdullah dari pemilihan Agustus yang dinodai oleh kecurangan pemilinan besar-besaran.
Pemerintah Presiden Barack Obama berharap pemilihan lanjutan akan menghasilkan pemerintah sah. Pemilihan yang cacata lainnya akan menimbulkan keraguan mengenai kebijakan pengiriman pasukan tambahan untuk mendukung pemerintah yang lemah yang dinodai kecurangan.(AP/hr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
PM Mongolia Mengundurkan Diri
Beijing,(Analisa)
Perdana Menteri Mongolia Sanjaa Bayar mengajukan permohonan pengunduran dirinya, Senin (26/10) karena alasan kesehatan, kata seorang jurubicara pemerintah, menimbulkan ketidakpastian politik baru di negara Asia yang miskin tetapi kaya sumber alam itu.
"Hari ini perdana menteri itu mengajukan permohonan pengundurannya," kata juru- bicara itu kepada AFP melalui telepon dari ibu kota Mongolia, Ulan Bator.
"Ia tidak dapat melaksanakan tugasnya" karena alasan-alasan kesehatan, katanya dan menolak memberikan penjelasan lebih jauh.
Bayar masuk rumah sakit di Ulan Bator pekan lalu karena masalah liver, kata kantor berita China Xinhua. Ia sebelumnya berusaha agar dapat berobat di Korea Selatan.
Seorang pejabat pemerintah lainnya mengatakan parlemen belum menyetujui pengunduran diri Bayar itu. Partai Revolusioner Rakyat (MPRP) yang dipimpinnya menguasai parlemen, tetapi Tsakhiagiin Elbegdorj dari Partai Demokratik yang oposisi menang dalam pemilihan presiden Mei lalu, sebenarnya merupakan satu pemerintah koalisi.
Pada Juli 2008, lima orang tewas ketika ribuan orang melakukan kerusuhan di Ulan Bator, sebulan setelah dalam pemilihan parlemen yang dipertikaikan dimenangkan MPRP, yang memerintah negara itu dalam sistem komunis ketika negara itu menjadi satu satelit Soviet. Pada saat itu, Bayar menuduh pemimpin oposisi (saat itu) Elbegdorj menimbulkan kerusuhan karena dituduh melakukan kecurangan.
Pengunduran diri Bayar terjadi tiga pekan setelah Mongolia menandatangani satu perjanjian senilai miliaran dolar dengan perusahaan Ivanhoo Mines dari Kanada dan Rio Tinto perusahaan Inggris-Australia untuk mengembangkan salah satu dari deposit-deposit tembaga terkaya dunia.
Tambang Oyu Tolgoi di gurun Gobi selatan akan menampung sekitar 3.000 tenaga kerja, dengan ribuan lagi memperoleh pekerjaan dalam jaringan pasokan, membantu peningkatan ekonomi Mongolia. Mongolia melepaskan kekuasaan komunis tahun 1990 tanpa satu letusan senjata, dan pemilihan demoktratik pertama diselenggarakan tahun 1992.(Ant/AFP)
Read More..
Perdana Menteri Mongolia Sanjaa Bayar mengajukan permohonan pengunduran dirinya, Senin (26/10) karena alasan kesehatan, kata seorang jurubicara pemerintah, menimbulkan ketidakpastian politik baru di negara Asia yang miskin tetapi kaya sumber alam itu.
"Hari ini perdana menteri itu mengajukan permohonan pengundurannya," kata juru- bicara itu kepada AFP melalui telepon dari ibu kota Mongolia, Ulan Bator.
"Ia tidak dapat melaksanakan tugasnya" karena alasan-alasan kesehatan, katanya dan menolak memberikan penjelasan lebih jauh.
Bayar masuk rumah sakit di Ulan Bator pekan lalu karena masalah liver, kata kantor berita China Xinhua. Ia sebelumnya berusaha agar dapat berobat di Korea Selatan.
Seorang pejabat pemerintah lainnya mengatakan parlemen belum menyetujui pengunduran diri Bayar itu. Partai Revolusioner Rakyat (MPRP) yang dipimpinnya menguasai parlemen, tetapi Tsakhiagiin Elbegdorj dari Partai Demokratik yang oposisi menang dalam pemilihan presiden Mei lalu, sebenarnya merupakan satu pemerintah koalisi.
Pada Juli 2008, lima orang tewas ketika ribuan orang melakukan kerusuhan di Ulan Bator, sebulan setelah dalam pemilihan parlemen yang dipertikaikan dimenangkan MPRP, yang memerintah negara itu dalam sistem komunis ketika negara itu menjadi satu satelit Soviet. Pada saat itu, Bayar menuduh pemimpin oposisi (saat itu) Elbegdorj menimbulkan kerusuhan karena dituduh melakukan kecurangan.
Pengunduran diri Bayar terjadi tiga pekan setelah Mongolia menandatangani satu perjanjian senilai miliaran dolar dengan perusahaan Ivanhoo Mines dari Kanada dan Rio Tinto perusahaan Inggris-Australia untuk mengembangkan salah satu dari deposit-deposit tembaga terkaya dunia.
Tambang Oyu Tolgoi di gurun Gobi selatan akan menampung sekitar 3.000 tenaga kerja, dengan ribuan lagi memperoleh pekerjaan dalam jaringan pasokan, membantu peningkatan ekonomi Mongolia. Mongolia melepaskan kekuasaan komunis tahun 1990 tanpa satu letusan senjata, dan pemilihan demoktratik pertama diselenggarakan tahun 1992.(Ant/AFP)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Terkait Bantuan ke Korut Korsel Ubah Sikap
Seoul, (Analisa)
Korea Selatan (Korsel) akan memberikan bantuan hibah sedikit untuk bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara (Korut), guna mengakhiri tersendatnya pemberian bantuan setelah adanya serangkaian sikap damai yang ditunjukkan oleh Korut, kata seorang pejabat Korsel, Senin (26/10).
Selain melakukan pendekatan terhadap Korsel, Korea Utara juga telah mengirimkan seorang utusan nuklir ke Amerika Serikat untuk membahas dilanjutkannya kembali perundingan enam negara, yang bertujuan menghentikan ambisi nuklir Pyongyang dengan imbalan pemberian bantuan dalam jumlah besar.
Korea Selatan akan mengirim paket bantuan senilai sekitar 4,1 miliar won (3,5 juta dolar), termasuk 10.000 ton jagung dan 20 ton susu bubuk, kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi kepada para wartawan.
"Bantuan ini akan diurus oleh Palang Merah," pejabat tersebut. Presiden Korsel Lee Myung-Bak, yang mengambil alih pemerintahan Februari 2008, telah mengakhiri beberapa tahun pemberian bantuan tanpa syarat ke Korut, dan melancarkan kebijakan baru yang membuat Korut mengurangi ancaman keamanannya.
Korsel sebelumnya telah mengirim 500.000 ton beras dan 300.000 ton pupuk per tahun kepada KoreaUtara. Namun bantuan itu dihentikan setelah Lee mengambil alih kekuasaan.
Pengapalan beras terakhir dilakukan pada 2007 senilai sekitar 152 juta dolar, dan itu adalah bagian dari paket bantuan dari Seoul lebih dari satu miliar dolar, yang dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan dengan negara tetangganya itu.
Korut, yang secara kronis berjuang mengatasi kekurangan pangan selama bertahun-tahun karena kegagalan kebijakan pertaniannya dan pengeluaran besar untuk militernya, telah mengajukan permohonan bagi pemulihan pengapalan bantuan beras saat mereka berbicara dengan Selatan bulan ini. Perundingan itu dilakukan berkaitan dengan penambahan acara reuni keluarga-keluarga yang terpisah sejak Perang Korea 1950-53.
Korut beberapa bulan terakhir ini telah menghentikan aksi boikotnya terhadap perundingan-perundingan dengan pemerintah Lee. Kebijakan itu diambil karena Pyongyang marah terhadap dihentikannya bantuan tanpa syarat itu setelah Lee berkuasa.(Ant/Rtr)
Read More..
Korea Selatan (Korsel) akan memberikan bantuan hibah sedikit untuk bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara (Korut), guna mengakhiri tersendatnya pemberian bantuan setelah adanya serangkaian sikap damai yang ditunjukkan oleh Korut, kata seorang pejabat Korsel, Senin (26/10).
Selain melakukan pendekatan terhadap Korsel, Korea Utara juga telah mengirimkan seorang utusan nuklir ke Amerika Serikat untuk membahas dilanjutkannya kembali perundingan enam negara, yang bertujuan menghentikan ambisi nuklir Pyongyang dengan imbalan pemberian bantuan dalam jumlah besar.
Korea Selatan akan mengirim paket bantuan senilai sekitar 4,1 miliar won (3,5 juta dolar), termasuk 10.000 ton jagung dan 20 ton susu bubuk, kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi kepada para wartawan.
"Bantuan ini akan diurus oleh Palang Merah," pejabat tersebut. Presiden Korsel Lee Myung-Bak, yang mengambil alih pemerintahan Februari 2008, telah mengakhiri beberapa tahun pemberian bantuan tanpa syarat ke Korut, dan melancarkan kebijakan baru yang membuat Korut mengurangi ancaman keamanannya.
Korsel sebelumnya telah mengirim 500.000 ton beras dan 300.000 ton pupuk per tahun kepada KoreaUtara. Namun bantuan itu dihentikan setelah Lee mengambil alih kekuasaan.
Pengapalan beras terakhir dilakukan pada 2007 senilai sekitar 152 juta dolar, dan itu adalah bagian dari paket bantuan dari Seoul lebih dari satu miliar dolar, yang dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan dengan negara tetangganya itu.
Korut, yang secara kronis berjuang mengatasi kekurangan pangan selama bertahun-tahun karena kegagalan kebijakan pertaniannya dan pengeluaran besar untuk militernya, telah mengajukan permohonan bagi pemulihan pengapalan bantuan beras saat mereka berbicara dengan Selatan bulan ini. Perundingan itu dilakukan berkaitan dengan penambahan acara reuni keluarga-keluarga yang terpisah sejak Perang Korea 1950-53.
Korut beberapa bulan terakhir ini telah menghentikan aksi boikotnya terhadap perundingan-perundingan dengan pemerintah Lee. Kebijakan itu diambil karena Pyongyang marah terhadap dihentikannya bantuan tanpa syarat itu setelah Lee berkuasa.(Ant/Rtr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
6.000 Warga Jepang Penuhi Sidang Pengadilan Aktris Terlibat Narkoba
Tokio, (Analisa)
Lebih 6.000 orang berkumpul di luar sebuah ruang pengadilan Tokio, Senin (26/10), di saat aktris Noriko Sakai mengaku bersalah menggunakan narkoba dan jaksa meminta agar divonis hukuman penjara.
Sakai yang berusia 38 tahun itu termasuk di antara aktris pertama Jepang yang meraih popularitas di Asia, dan penangkapannya Agustus lalu mengancam menghancurkan citranya .
Skandal itu mendominasi berita-berita utama selama beberapa bulan di Jepang, dan pihak berwenang mengatakan mereka akan menindak tegas penggunaan narkoba di industri hiburan.
Para jaksa menuduh Sakai menghirup amphetamin Juli lalu di pulau Amami Oshima, Jepang Selatan, tempat dia pergi bersama suaminya dan putra mereka untuk menyaksikan gerhana bulan. Para penyelidik juga menemukan sejumlah kecil narkoba di kondominiumnya di Tokio. Sakai ditangkap setelah menyerahkan diri setelah menghilang selama sepekan.
“Suami saya mendorong saya menggunakan narkoba,tapi itu bukan keputusan saya. Itu merupakan tindakan yang tidak dipikirkan,” kata Sakai dikutip kantor berita Kyodo ketika menjelaskan di depan pengadilan Senin.
Ia dituduh menggunakan narkoba yang melanggar undang-undang anti-stimulan. Pelanggaran itu bisa diancam hukuman sampai 10 tahun penjara, meskipun sebagian besar pelanggaran pertama dengan hukuman ditangguhkan.
Para jaksa, Senin, menuntut 1,5 tahun penjara bagi Sakai Pengadilan Distrik Tokio,dengan lebih 6.000 orang berbaris di tengah hujan untuk mendapat 20 kursi agar bisa menyaksikan jalannya sidang.
Setelah 41 hari di dalam tahanan, Sakai dibebaskan bulan lalu atas uang jaminan 5 juta yen (55.00 dolar AS). Suaminya diadili secara terpisah atas tuduhan sama.
Sakai mengatakan dia ingin menceraikan suaminya dan memulai awal yang baru, lapor Kyodo. “Saya harus mengoreksi diri. Saya merasa sedih,” katanya, dengan menambahkan ia ingin meninggalkan dunia hiburan dan belajar bagaimana mengkelola panti jumpo untuk merawat orang lanjut usia.(AP/hr)
Read More..
Lebih 6.000 orang berkumpul di luar sebuah ruang pengadilan Tokio, Senin (26/10), di saat aktris Noriko Sakai mengaku bersalah menggunakan narkoba dan jaksa meminta agar divonis hukuman penjara.
Sakai yang berusia 38 tahun itu termasuk di antara aktris pertama Jepang yang meraih popularitas di Asia, dan penangkapannya Agustus lalu mengancam menghancurkan citranya .
Skandal itu mendominasi berita-berita utama selama beberapa bulan di Jepang, dan pihak berwenang mengatakan mereka akan menindak tegas penggunaan narkoba di industri hiburan.
Para jaksa menuduh Sakai menghirup amphetamin Juli lalu di pulau Amami Oshima, Jepang Selatan, tempat dia pergi bersama suaminya dan putra mereka untuk menyaksikan gerhana bulan. Para penyelidik juga menemukan sejumlah kecil narkoba di kondominiumnya di Tokio. Sakai ditangkap setelah menyerahkan diri setelah menghilang selama sepekan.
“Suami saya mendorong saya menggunakan narkoba,tapi itu bukan keputusan saya. Itu merupakan tindakan yang tidak dipikirkan,” kata Sakai dikutip kantor berita Kyodo ketika menjelaskan di depan pengadilan Senin.
Ia dituduh menggunakan narkoba yang melanggar undang-undang anti-stimulan. Pelanggaran itu bisa diancam hukuman sampai 10 tahun penjara, meskipun sebagian besar pelanggaran pertama dengan hukuman ditangguhkan.
Para jaksa, Senin, menuntut 1,5 tahun penjara bagi Sakai Pengadilan Distrik Tokio,dengan lebih 6.000 orang berbaris di tengah hujan untuk mendapat 20 kursi agar bisa menyaksikan jalannya sidang.
Setelah 41 hari di dalam tahanan, Sakai dibebaskan bulan lalu atas uang jaminan 5 juta yen (55.00 dolar AS). Suaminya diadili secara terpisah atas tuduhan sama.
Sakai mengatakan dia ingin menceraikan suaminya dan memulai awal yang baru, lapor Kyodo. “Saya harus mengoreksi diri. Saya merasa sedih,” katanya, dengan menambahkan ia ingin meninggalkan dunia hiburan dan belajar bagaimana mengkelola panti jumpo untuk merawat orang lanjut usia.(AP/hr)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Polisi Siaga Penuh di Tempat Suci Jerusalem
Jerusalem, (Analisa)
Ratusan polisi Israel berpatroli di tempat suci paling bergolak di Jerusalem, sehari setelah terjadi bentrokan sengit dengan demonstran Palestina. Kompleks puncak bukit yang diklaim baik oleh Arab maupun Yahudi tenang, Senin (26/10), tapi sejumlah besar polisi siaga penuh.
Minggu, para petugas bersenjatakan pentungan dan granat berhadapan dengan orang-orang bertopeng Palestina yang melemparkan batu-batu dan kursi plastik.
Pengakuan berlawanan terhadap dataran tinggi, yang dikenal kaum Yahudi sebagai Bukit Kuil dan kaum Muslim sebagai tempat suci, terletak di lokasi yang menjadi konflik Israel-Palestina.
Di masa lau, bahkan bentrokan ringan disana berubah menjadi konflik berlarut-larut. Israel menguasai lokasi itu sejak 1967, tapi menyerahkan penanganan sehari-hari kepada sebuah badan pengawasan Islam.(AP/es)
Read More..
Ratusan polisi Israel berpatroli di tempat suci paling bergolak di Jerusalem, sehari setelah terjadi bentrokan sengit dengan demonstran Palestina. Kompleks puncak bukit yang diklaim baik oleh Arab maupun Yahudi tenang, Senin (26/10), tapi sejumlah besar polisi siaga penuh.
Minggu, para petugas bersenjatakan pentungan dan granat berhadapan dengan orang-orang bertopeng Palestina yang melemparkan batu-batu dan kursi plastik.
Pengakuan berlawanan terhadap dataran tinggi, yang dikenal kaum Yahudi sebagai Bukit Kuil dan kaum Muslim sebagai tempat suci, terletak di lokasi yang menjadi konflik Israel-Palestina.
Di masa lau, bahkan bentrokan ringan disana berubah menjadi konflik berlarut-larut. Israel menguasai lokasi itu sejak 1967, tapi menyerahkan penanganan sehari-hari kepada sebuah badan pengawasan Islam.(AP/es)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Khamenei Tuduh Agen Asing di Balik Serangan di Iran
Senin, 26 Oktober 2009 23:16
Teheran, (Analisa)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Senin (26/10) mengatakan, pertumpahan darah di Pakistan, Iran dan Repulik Islam Iran merupakan ulah agen-agen asing dan bertujuan meningkatkan konflik Syiah-Sunni.
"Aksi-aksi berdarah itu dilakukan di sejumlah negara Islam termasuk Irak, Pakistan dan beberapa bagian negara (Iran), bertujuan untuk menciptakan perpecahan antara kelompok Syiah dan Sunni," katanya yang dikutip televisi pemerintah.
Khamenei mengatakan negara-negara kawasan itu harus waspada bahwa "mereka yang melakukan aksi-aksi terorisme ini dilakukan secara langsung atau tidak langsung oleh para agen asing."
Tiga negara regional itu yang memiliki perbatasan bersama dilanda aksi kekerasan yang kejam dalam beberapa pekan belakangan ini. Pada hari Minggu, dua bom mobil menewaskan sekitar 100 orang di Baghdad, sementara di provinsi Sistan Baluchistan Iran dihantam serangan bunuh diri 18 Oktober yang menewaskan lebih dari 40 orang termasuk 15 anggota Pengawal Revolusi. (Ant/AFP)
Read More..
Teheran, (Analisa)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Senin (26/10) mengatakan, pertumpahan darah di Pakistan, Iran dan Repulik Islam Iran merupakan ulah agen-agen asing dan bertujuan meningkatkan konflik Syiah-Sunni.
"Aksi-aksi berdarah itu dilakukan di sejumlah negara Islam termasuk Irak, Pakistan dan beberapa bagian negara (Iran), bertujuan untuk menciptakan perpecahan antara kelompok Syiah dan Sunni," katanya yang dikutip televisi pemerintah.
Khamenei mengatakan negara-negara kawasan itu harus waspada bahwa "mereka yang melakukan aksi-aksi terorisme ini dilakukan secara langsung atau tidak langsung oleh para agen asing."
Tiga negara regional itu yang memiliki perbatasan bersama dilanda aksi kekerasan yang kejam dalam beberapa pekan belakangan ini. Pada hari Minggu, dua bom mobil menewaskan sekitar 100 orang di Baghdad, sementara di provinsi Sistan Baluchistan Iran dihantam serangan bunuh diri 18 Oktober yang menewaskan lebih dari 40 orang termasuk 15 anggota Pengawal Revolusi. (Ant/AFP)
Read More..
Label: LUAR NEGERI
Obama Minta Spanyol Desak Kuba Lakukan Reformasi
Washington, (Analisa)
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta Spanyol untuk mengirim pesan kepada Kuba terkait perlunya reformasi. Pernyataan ini disampaikan saat Obama bertemu Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapartero awal bulan ini, menurut pejabat AS, Senin (26/10).
Enam hari setelah mereka bertemu pada 13 Oktober lalu di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Spanyol Miguel Angel Moratinos mengunjungi kepulauan Karibia dan bertemu Presiden Raul Castro.
"Pada saat (Obama) mendengar bahwa Menlu Moratinos mengunjungi Havana, ia menyatakan agar Moratinos mendesak regim Castro untuk mengambil langkah-langkah reformasi dan meningkatkan hak azasi manusia (HAM)," kata pejabat AS itu.
Permintaan dari Obama untuk mengirim pesan kepada Kuba pertama dilaporkan oleh surat kabar El Pais. Washington dan Havana mempunyai hubungan yang bermusuhan sejak revolusi Fidel Castri pada 1959.
Menurut El Pais, Obama mengatakan suatu poin perubahan potensial dalam hubungan tersebut tetapi juga mengatakan bahwa hal yang penting bagi Kuba adalah mengambil berbagai langkah.
Obama menjanjikan suatu "permulaan baru" dalam hubungan dengan Kuba sebagai bagian dari era baru kemitraan dan perjanjian AS dengan Amerika Latin dan Karibia. (Ant/Rtr) Read More..
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta Spanyol untuk mengirim pesan kepada Kuba terkait perlunya reformasi. Pernyataan ini disampaikan saat Obama bertemu Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapartero awal bulan ini, menurut pejabat AS, Senin (26/10).
Enam hari setelah mereka bertemu pada 13 Oktober lalu di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Spanyol Miguel Angel Moratinos mengunjungi kepulauan Karibia dan bertemu Presiden Raul Castro.
"Pada saat (Obama) mendengar bahwa Menlu Moratinos mengunjungi Havana, ia menyatakan agar Moratinos mendesak regim Castro untuk mengambil langkah-langkah reformasi dan meningkatkan hak azasi manusia (HAM)," kata pejabat AS itu.
Permintaan dari Obama untuk mengirim pesan kepada Kuba pertama dilaporkan oleh surat kabar El Pais. Washington dan Havana mempunyai hubungan yang bermusuhan sejak revolusi Fidel Castri pada 1959.
Menurut El Pais, Obama mengatakan suatu poin perubahan potensial dalam hubungan tersebut tetapi juga mengatakan bahwa hal yang penting bagi Kuba adalah mengambil berbagai langkah.
Obama menjanjikan suatu "permulaan baru" dalam hubungan dengan Kuba sebagai bagian dari era baru kemitraan dan perjanjian AS dengan Amerika Latin dan Karibia. (Ant/Rtr) Read More..
Label: LUAR NEGERI
10 Orang Tewas dalam Serangan Maois di India
Raipur, (Analisa)
Empat polisi tewas dalam ledakan ranjau darat kelompok Maois di India Tengah dan enam pemberontak tewas dalam baku tembak,Senin (26/10) di saat pasukan pemerintah bersiap-siap menumpas pemberontakan yang meluas itu.
Para perwira polisi itu tewas di sekitar 450 kilometer dari Raipur, ibu kota negara bagian Chhattisgarh,yang merupakan pangkalan pemberontak berhaluan kiri itu, kata Inspektur Polisi Ambrish Mishra.
Dalam satu insiden terpisah, polisi mengatakan mereka menembak mati enam orang yang diduga adalah pemberontak dan menemukan satu tempat penyimpanan senjata dan bahan peledak di satu distrik terdekat.
Pasukan pemerintah dan paramiliter sedang bersiap-siap melancarkan operasi besar-besaran terhadap pemberontak Maois di wilayah Chhattisgarh yang berhutan lebat itu. Pemberontak Maois, yang dikenal di India sebagai Naxal, berikrar akan membalas dengan tindakan sangat keras terhadap serangan pasukan pemerintah. (Ant/AFP) Read More..
Empat polisi tewas dalam ledakan ranjau darat kelompok Maois di India Tengah dan enam pemberontak tewas dalam baku tembak,Senin (26/10) di saat pasukan pemerintah bersiap-siap menumpas pemberontakan yang meluas itu.
Para perwira polisi itu tewas di sekitar 450 kilometer dari Raipur, ibu kota negara bagian Chhattisgarh,yang merupakan pangkalan pemberontak berhaluan kiri itu, kata Inspektur Polisi Ambrish Mishra.
Dalam satu insiden terpisah, polisi mengatakan mereka menembak mati enam orang yang diduga adalah pemberontak dan menemukan satu tempat penyimpanan senjata dan bahan peledak di satu distrik terdekat.
Pasukan pemerintah dan paramiliter sedang bersiap-siap melancarkan operasi besar-besaran terhadap pemberontak Maois di wilayah Chhattisgarh yang berhutan lebat itu. Pemberontak Maois, yang dikenal di India sebagai Naxal, berikrar akan membalas dengan tindakan sangat keras terhadap serangan pasukan pemerintah. (Ant/AFP) Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)
