Jakarta (analisa)
Ekspor Indonesia tengah menghadapi tantangan besar pada tahun 2009 ini. Ekspor Indonesia mengalami kontraksi karena krisis global. Jika tahun 2005-2008 pertumbuhan ekspor mencapai 17,7% lebih tinggi dari ekspor dunia yang 10%, Tahun ini diperkirakan minus 20% dan khusus nonmigas minus 10%-15%.
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) di Jl Expo Jakarta, Rabu (28/10). “Namun krisis ini juga memberi kesempatan bagi Indonesia untuk mempertahankan pasar tradisional, juga mengembangkan pasar dan produk baru,” kata Marie.
Selain pasar tradisional Amerika Serikat, Jepang dan Eropa, Indonesia juga tengah menuju ke tingkatan pasar tradisional lainnya seperti China, India, Korea, serta negara-negara nontradisional yakni Afrika, Rusia, Asia Tengah, dan Amerika Latin.
Peningkatan itu terlihat dari kedatangan misi dagang ke TEI tahun 2007 ada 19 negara, tahun 2008 ada 33 negara, dan tahun ini ada 43 negara.
Sementara itu, menurut Hesti Indah Tresnarini, Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), ada peningkatan target transaksi di TEI dari tahun lalu sebesar US$ 217,29 juta menjadi US$ 230 juta.
US$ 6,3 Miliar
Sementara itu, menurut Duta LBBP RI untuk, Australia dan Vanuatu, Primo Alui Joelianto, dari 43 negara yang mengirimkan misi dagangnya ada Trade Expo Indonesia (TEI), Australia merupakan yang terbesar.
Menurut Primo Alui Joelianto, saat ini, Indonesia berada di urutan ke-2 negara eksportir ke Australia dengan total ekspor Indonesia tahun 2007 lalu baru mencapai US$ 6,3 miliar dan tahun 2008 lalu meningkat menjadi US$ 6,7 miliar.
Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat
Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)
KATEGORI BERITA
Jumat, 30 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar