Manila, (Analisa)
Polisi Pilipina menemukan 15 mayat, Selasa (24/11) di lokasi aksi pembantaian di selatan negara itu, meningkatkan angka pembunuhan terkait dengan pemilihan menjadi 39 orang tewas, kata kepala polisi nasional negeri itu, Jesus Verzosa.
Sedikitnya lima orang masih dinyatakan hilang. Para pria bersenjata menculik sekelompok orang di provinsi Maguindanao Senin (23/11) yang pergi mendaftarkan nominasi seorang calon untuk bertarung memperebutkan jabatan gubernur provinsi itu dalam pemilihan Mei tahun depan. Para korban ditembak atau dibacok mati pada sebuah lereng bukit terpencil jauh dari jalan raya.
Komisaris Besar Josefino Cataluna mengatakan Selasa banyak lagi mayat diperkirakan akan ditemukan di sebuah bukit terpencil di kota Ampatuan selatan negeri itu tempat para pendukung seorang politisi setempat dan para wartawan yang bepergian dalam sebuah konvoi disandera oleh puluhan orang bersenjata Senin.
Polisi mengatakan konvoi terdiri 40 orang pergi untuk mendaftarkan Mangudadatu, wakil walikota kota Buluan, turut dalam pemilihan gubernur provinsi ketika mereka dihentikan.
Tentara dan polisi kemudian menemukan 24 mayat, termasuk mayat istri Mangudadatu, Genalyn, dan dua saudara perempuannya, berserakan di tanah atau ditembak di dalam kendaraan mereka.
Presiden Pilipina Gloria Macapagal Arroyo menempatkan dua provinsi di selatan berada dalam keadaan darurat Selasa, memberi wewenang penuh kepada pasukan keamanan untuk mengejar para pria bersenjata yang membunuh sedikitnya 24 orang dalam satu pembantaian je-lang pemilihan terburuk negara itu.
Langkah-langkah darurat, termasuk pos-pos pemeriksaan dan penggeledahan secara gencar oleh pihak berwenang, akan tetap diberlakukan sampai presiden yakin undang-undang dan ketertiban dipulihkan di wilayah tersebut, kata jurubicara Arroyo, Cerge Remonde.
Serangan Senin dilakukan terhadap sebuah konvoi kendaraan penuh berisi para pendukung dan seorang calon gubernur bersama sanak keluarganya, termasuk istri, dan beberapa wartawan. Calon tersebut, Ismael Mangudadatu,yang tidak tidak berada di konvoi itu,menuduh lawan politiknya berada di belakang pembantaian itu.
Pemerintah menekankan pihaknya akan memburu para penjahat, tanpa menghiraukan di mana penyelidikan menunjukkan. (Rtr/AP/hr)
Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat
Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)
KATEGORI BERITA
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar