http://www.blogsvertise.com/?rid=b33848
PENGUNJUNG SAAT INI

Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat

Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)

KATEGORI BERITA

Kamis, 29 Oktober 2009


Label:

Indonesia Harus Sediakan Anggaran Pengembangan Bioenergi

Denpasar, (Analisa)
 
Indonesia sudah sepantasnya berani memprioritaskan perhatian dan anggaran dalam pengembangan bioenergi sebagai salah satu energi alternatif di masa mendatang.
Hal ini terungkap dalam seminar sehari UPT MKU Universitas Udayana yang bertemakan ‘Penggunaan Energi Alternatif dalam Menghadapi Krisis Energi di Bali’ dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-81, di Denpasar, Rabu (28/10).
Hadir sebagai pembicara yakni guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Unud, I. B. W. Gunam, dan dosen Udayana lainnya yakni W. Sumudhita Mekir dan Made Sumadiyasa.
Dalam makalahnya yang berjudul ‘Potensi Bioenergi sebagai Alternatif Terbarukan di Masa yang Akan Datang’, Gunam menjelaskan bioenergi adalah salah satu energi alternatif yang sangat potensial dimasa mendatang. Namun dalam pengembangan bioenergi masih menghadapi banyak tantangan.
"Tantangannya terutama pada aspek modal/investasi, perangkat hukum, pengembangan teknologi, permasalahan hambatan sosial dan keterbatasan pasar dan pengguna," kata Gunam.
Gunam juga mengatakan untuk menghadapinya perlu adanya komitmen dan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak terkait.
"Diharapkan dalam beberapa dekade ke depan, Indonesia dapat menjadi salah satu negara terkuat dalam bidang energi khususnya di bidang bioenergi," kata Gunam.
Sedangkan menurut Made Sumadiyasa, salah satu energi yang belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah panas bumi. Padahal berdasarkan survei di seluruh Indonesia terdapat sekitar 217 daerah prospek panas bumi.
"Walaupun daerah prospek panas bumi di Indonesia sangat banyak, namun sampai saat ini baru lima lapangan panas bumi yang telah dikembangkan," kata Sumadiyasa.
Lima lapangan panas bumi tersebut yakni Kamojang, Awibengkok-Salak, Darajat, Dieng dan Lahendong.
"Panas bumi Indonesia belum banyak digunakan karena di Indonesia masih banyak memiliki cadangan sumber energi lain seperti air, minyak, dan batu bara.
"Di samping itu harga listrik yang dihasilkan dari panas bumi masih dianggap lebih mahalk dibandingkan menggunakan batu bara," kata Sumadiyasa. (Ant)

0 komentar:

Berita Terkait :

LOWONGAN KERJA