http://www.blogsvertise.com/?rid=b33848
PENGUNJUNG SAAT INI

Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat

Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)

KATEGORI BERITA

Jumat, 27 November 2009


Label:

BI: Inflasi November Tetap Rendah walau Stimulus Digenjot

Jakarta, (Analisa)

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menyatakan bahwa inflasi pada November 2009 akan tetap rendah walaupun belanja stimulus fiskal digenjot menjelang akhir tahun ini.

"Kami tidak khawatir, inflasi kita rendah sekali termasuk bulan November ini," kata Darmin Nasution sebelum pertemuan di Gedung Djuanda Departemen Keuangan, Jalan Wahidin Raya Jakarta, Selasa.

Darmin mengakui, untuk inflasi pada Desember berdasar pola yang ada selama ini akan lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya di luar bulan puasa dan lebaran.

"Tapi kalaupun inflasi Desember lebih tinggi, tetap saja inflasi selama 2009 paling-paling 3,5 persen, sampai sekarang kan baru 2,48 persen," jelas Darmin yang juga Deputi Gubernur Senior BI.

Ia menegaskan, inflasi pada November 2009 akan rendah sekali walaupun belanja stimulus digenjot. "Bahkan Kepala BPS pernah juga mengatakan bahwa akan tejadi deflasi pada November, atau kalaupun ada inflasi akan rendah sekali," katanya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah akan menggenjot belanja stimulus fiskal hingga mencapai 95 persen untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini November kan juga belum habis, masih jauh. Kemarin di kuartal III, Departemen PU sudah menyerap lebih dari 50 persen. Kita masih optimis dapat mencapai sasaran," katanya.

Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo pada Senin (23/11) mengatakan, seiring dengan pulihnya ekonomi global, perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

"Di sektor eksternal, membaiknya perekonomian di kawasan regional dan tingkat perdagangan global yang didominasi oleh bahan baku dan peran intraindustri di kawasan Asia mendorong peningkatan kinerja ekspor Indonesia," katanya.

Di sektor domestik, menurut dia pada serah terima jabatan Pemimpin BI Yogyakarta, pengeluaran konsumsi masyarakat yang tetap tumbuh tinggi dan terjaganya inflasi pada tingkat yang rendah tetap menjadi penopang utama utama pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Dengan perkembangan tersebut, menurut dia, inflasi selama 2009 diperkirakan berada dalam kisaran bawah target, yakni 4,5 persen.

Pada 2010 diperkirakan akan kembali pada pola normalnya dalam kisaran lima persen, sejalan dengan kembali menguatnya aktivitas perekonomian domestik dan harga komoditas. (Ant/dtc)

0 komentar:

Berita Terkait :

LOWONGAN KERJA