Jakarta, (Analisa)
Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa kawasan ekonomi khusus (KEK) akan menarik investasi langsung termasuk investasi langsung asing (FDI).
"Harus ada insentif supaya orang mau datang (menanam modalnya)," kata Hidayat usai rapat membahas ketahanan pangan di Kantor Menko Perekonomian, jalan Lapangan Banteng Jakarta, Selasa (24/11).
Ia menyebutkan, berbagai insentif termasuk pajak akan diberikan agar kawasan itu menarik sebagai kawasan untuk investasi. Namun bagaimana persisnya insentif pajak itu akan diberikan, belum ada keputusan pasti.
"Belum ditetapkan (berapa persen insentif pajaknya), baru ditetapkan lokasi-lokasinya," katanya.
Ia menyebutkan, upaya menarik investasi langsung juga melibatkan peran daerah di mana daerah harus bisa mengsinergikan berbagai peraturan daerah (perda) yang diterbitkan.
"Daerah-daerah yang akan dipilih sebagai KEK adalah daerah-daerah yang infrastrukturnya relatif lebih baik," katanya.
Hidayat menyebutkan, saat ini ada 4 lokasi (kluster) yang dikembangkan sebagai KEK yakni Kepulauan Riau, Sumatera bagian Timur, Kalimantan Timur, Pantura Jabar, dan di Papua untuk food estate.
Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa KEK di Sumatera Bagian Timur misalnya di Kuala Enok yang akan menjadi sentra industri minyak sawit.
"Saya sudah bicarakan dengan gubernurnya,kuncinya insentif dan disinsentif. Kalau orang mau membangun industri hilir kan harus dipikirkan insentifnya," katanya.
Menurut Hatta, 4 kluster yang akan dikembangkan sebagai KEK sudah cukup kuat dan saat ini peraturan pemerintahnya sedang disiapkan.
"Empat koridor itu merata, misal Sumatera Timur, Riau menjadi basis minyak sawit langsung ke selat Malaka. Pantura Jawa seperti Karawang, Bekasi menjadi pusat industri, dan Papua menjadi food estate. Semuanya tidak mungkin dibiayai pemerintah, harus ada pola kemitraan pemerintah dan swasta/PPP," katanya. (Ant)
Bus Penumpang Terbalik, Seorang Tewas dan Tujuh Luka Berat
Bus penumpang CV Sepadan BK 7601 TH terbalik di Km 17-18 Jalan Siantar-Perdagangan, tepatnya di kawasan Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun, menyebabkan seorang tewas dan 7 luka berat, Minggu(4/4) pagi.(Selengkapnya...)
KATEGORI BERITA
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar